Virus-virus Ukhuwah – Khutbah Idul Fithri 1433 H

[Full gallery Idul Fitri 2012 di Flinders University bisa dilihat di link ini]

———————————————————————————————————————-

Khutbah Idul Fithri 1433 H

The Plaza – Flinders University, 18 Agustus 2012

Virus-virus Ukhuwah

Ferry Taufik Saleh

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menjadikan bulan suci Ramadhan bertabur kenikmatan dan kebahagiaan, bertabur berbagai motivasi untuk mendapatkan derajat ketaqwaan.Berbahagialah kaum muslimin dan muslimat yang telah menunaikan kewajibannya sebulan penuh, yang telah mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai amal ibadah, sehingga di akhirnya mereka mencapai derajat takwa, dimana Allah telah memasukkan mereka kedalam golongan wali-wali Allah, kekasih-kekasih Allah.

“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus 62-63)

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Keimanan dan ketaqwaan telah menjadikan ummat Islam di masa Rasulullah, sahabat, dan para tabi’in menjadi ummat yang disegani di berbagai belahan dunia. Keimanan dan ketaqwaan telah menjadi sumber makanan ibadah mereka, ibadah mereka telah menjadi sumber makanan akhlak

mereka, dan akhlak mereka telah menjadi sumber makanan bagi hubungan persaudaraan diantara sesama mereka, ukhuwah Islamiyah.

Abu Jahm Ibnu Huzaifah menceritakan tentang kisahnya ketika membawa air untuk saudaranya yang terluka parah di perang Yarmuk.Dari pengamatannya, tampak sekali bahwa saudaranya hampir mendekati sakaratul maut. Belumlah sempat saudaranya tersebut meminum airnya, tiba-tiba mengeranglah saudaranya yang lain. Mendengar erangan saudaranya tersebut, saudaranya membatalkan dirinya untuk meminum air, dan meminta Ibnu Huzaifah untuk memberikan air tersebut kepadanya.Bersegeralah Ibnu Huzaifah mendatangi saudaranya yang dimaksud tersebut. Namun sekali lagi, tatkala saudaranya hendak meminum airnya, terdengarlah jeritan yang lain. Ia pun membatalkan untuk meminum airnya dan meminta Ibnu Huzaifah untuk bergegas menuju sumber suara tersebut. Setibanya di sumber suara tersebut, didapatinya saudaranya telah menjadi syuhada, maka bergegaslah ia kembali menuju saudaranya yang sebelumnya, didapatinya ia pun telah menjadi syuhada, bergegaslah ia menuju saudaranya yang pertama kali dia datangi, ia pun telah menjadi syuhada. Masya Allah, sungguh luar biasa teladan yang mereka tunjukkan, itsar atau mendahulukan kepentingan saudaranya yang lain diatas kepentingannya pribadi.

Ingatkah pula tentang kisah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ketika Rasulullah SAW duduk bersama para sahabat, lalu kemudian datanglah seorang musafir dan mengadu kepada Rasulullah.

“Ya Rasulullah, aku sangat lapar dan penat”.

Maka Rasulullah SAW pulang dan bertanya kepada isteri-isteri beliau, namun tiada makanan di rumah Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya,

“Siapakah di antara kamu bersedia memberi makan kepada sahabat ini, Semoga Allah merahmatinya.”

Maka bangunlah Abu Thalhah menyambut seruan Rasulullah SAW, walaupun dia miskin.Sampai di rumah, maka bertanyalah Abu Thalhah kepada isterinya, Ummu Sulaim.

“Adakah makanan di dapur untuk saudara kita ini?”

Maka jawab Ummu Sulaim,

“Ada, tetapi hanya cukup untuk anak-anak.”

Abu Thalhah pun berkata,

‘Tidurkanlah anak kita, padamkanlah lampu dan berilah makanan kepada musafir tersebut. Kita tahan lapar malam ini.“

Jawaban agung Abu Thalhah inilah yang akhirnya menyebabkan beliau menjadi insan yang luar biasa, tidak egois dan meletakkan kebutuhan saudaranya diatas kebutuhan pribadi. Subhanallah! Begitu hebat itsar sahabat walaupun dengan orang yang belum pernah dikenalnya!

Keesokan hari Rasulullah s.a.w berjumpa dengan Abu Thalhah, beliau bersabda,

“Sungguh Allah sangat gembira (tersenyum) menyaksikan perbuatan kalian berdua”. Lalu Rasulullah SAW membacakan firman Allah SWT yang turun karena sebab tersebut:

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin).dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung”. (QS. AL Hasyr:9)

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Begitulah keindahan ukhuwah Islamiyah, karena itu bisa dibayangkan mengapa ummat Islam pada saat itu begitu memiliki izzah atau harga diri, betapa mereka disegani baik oleh lawan maupun kawan. Ukhuwah Islamiyah ada tanpa mengenal batas batas geografis, ia ada tanpa mengenal batas batas kedudukan. Ia ada bahkan lebih tinggi daripada hubungan persaudaraan antara orang tua dan anak, guru dengan murid, maupun hubungan persahabatan. Ia ada dengan melandaskan ikatannya atas ikatan aqidah, ikatan keimanan, ikatan cinta kepada Allah SWT.

Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi dengan sesamanya, karena itulah persahabatan muncul, karena itulah persaudaraan dibangun.Sahabat yang jujur dan baik dalam cinta karena Allah adalah perhiasan dunia terbaik.

Khalifah Umar bin Khatab ra pernah mengatakan: “Perjumpaan dengan kawan menghapus duka”.

Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata kepada anaknya Hasan: “Seseorang yang asing itu adalah yang tidak mempunyai teman”.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya serigala memburu kambing yang menyendiri.” (HR. Ahmad) dan “Sesungguhnya syaithan bersama orang yang menyendiri, dan ia menjauh dari kumpulan dua orang”.

Karena itu saudaraku, pendekatan syaitan untuk menyesatkanmu adalah dengan menanamkan virus virus yang merusak ukhuwah Islamiyah, guna memecah belah keharmonisan yang sudah terjalin erat.Ia akan mulai dengan membisikkan di telingamu propaganda bahwa sahabatmu pernah menyakitimu, sahabatmu pernah berkata ini itu, sahabatmu telah mengabaikanmu, dan sebagainya. Syaitan pun menghiasimu dengan khayalan khayalan maya, kau pun mulai terpengaruh dengan nafsu dunia yang kemudian membuatmu perlahan menjauh dari dirinya, menyendiri, tak lagi terlibat dalam halaqah-halaqah ilmu maupun masalah dakwah, yang akhirnya membuat dirimu menjadi santapan lezat baginya.

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Betapa kita sadari bahwa setiap bencana besar berawal dari masalah masalah yang ringan. Banjir berawal dari setetes air hujan, perang besar dari kedengkian. Sikap perilaku kita di depan sahabat kita dapat menjadi penyebab keretakan persaudaraan itu. Mungkin anda pernah menyakiti perasaan saudara anda tanpa pernah disadari, lalu kemudian membiarkannya tanpa pernah mencoba menyelami perasaannya.Tidak saja anda telah menjatuhkannya satu kali, namun anda telah menghancurkan hatinya dua kali.

Janganlah pernah meremehkan sikap dan perilaku kecil kita di hadapan para sahabat kita. Karena itu sebaiknya kita mengenal dan memahami apa saja hal-hal yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah.

Yang pertama adalah tamak akan kenikmatan dunia.

Betapa banyak orang yang awalnya bersahabat dengan baik, namun karena ingin mengejar harta, tahta, wanita, ia lantas berpisah, dan bahkan menjadikan mereka saling bermusuhan satu sama lain.

“Berzuhudlah dari kenikmatan dunia, nescaya Allah akan mencintaimu, dan berzuhudlah dari apa-apa yang dimiliki oleh manusia, nescaya mereka mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah)

Yang berikutnya adalah Lalai menjalankan ibadah dan melanggar tuntunan agama.

Sejauh mana kadar keimanan dan ketaqwaan saudaramu, sesungguhnya itulah yang menjadi ukuran tulusnya cinta dan kasih sayangnya terhadapmu. Ia akan mencintaimu dengan sungguh sungguh tanpa mengharapkan sedikit balasan darimu, karena ia sadar dan meyakini bahwa sesungguhnya seseorang dinyatakan beriman kepada Allah ketika ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.

“Seseorang di antara kamu tidak beriman (dengan sempurna) kecuali setelah mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya.”(HR. Bukhari)

Berlawanan dengan hal tersebut, dosa maupun perbuatan ma’shiyat akan mengakibatkan putusnya hubungan ukhuwah. Ambillah contoh cinta yang berlandaskan hawa nafsu dan mengikuti jejak langkah syaitan, tidak lama ia akan bertahan, karena kecemburuan, kedengkian, permusuhan akan senantiasa menari-nari disekitarnya. Hanya sekejap mereka akan merasakan manisnya hubungan cinta, namun hal itu tidak akan pernah berlangsung lama.

“Tidaklah dua orang yang saling berkasih sayang karena Allah berpisah, kecuali disebabkan oleh dosa yang dilakukan oleh salah seorang di antara keduanya.” (HR. Bukhari)

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Tidak santun dalam berbicara adalah virus yang selanjutnya, hal hal yang dilakukan seperti: berbicara dengan nada suara yang tinggi atau menggunakan kata- kata yang kasar, tidak mendengar sarannya, enggan menatapnya ketika berbicara atau memberi salam, tidak menghargai keberadaannya, bergurau secara berlebihan, sering mendebat dan membantah, dan kritikan keras yang melukai perasaan dapat menyebabkan keretakan hubungan persaudaraan.

Begitu pula dengan membuka rahasianya, mengikuti hasutan orang lain, memberi teguran kepadanya dihadapan orang lain, dan mengacuhkannya dalam pembicaraan adalah virus ukhuwah lainnya. Karena itu jagalah perasaannya, tegurlah ia tatkala berdua saja, mintalah informasi yang benar darinya, dan janganlah kamu tampakkan keburukannya di depan khalayak umum.

Ingatlah terhadap kisah Aisyah ra yang difitnah oleh kaum munafik telah berbuat yang tidak baik dengan Shafwan.Semua orang pada saat itu terhasut kepada cerita tersebut dan meyakini kebenarannya, sampai sampai Rasullah SAW pun menunjukkan perubahan sikapnya. Allah SWT kemudian menurunkan firmannya berkaitan dengan hal ini dalam Surah An Nur ayat 11 sampai 26, yang salah satunya mengungkapkan,

“(ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar”. Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS An Nuur : 15-17)

Keras kepala, enggan menerima nasihat dan saran adalah virus selanjutnya.Ada kalanya seseorang ingin mengungguli lawan bicaranya agar dirinya terlihat lebih baik dan lebih hebat.Ia akan menggunakan berbagai macam hal, yang meskipun hal tersebut salah, maka ia akan tetap mempergunakannya. Dalam keadaan ini, hasrat untuk memenangkan pembicaraan menjadi lebih dominan daripada untuk menjelaskan kebenaran.

Jika hal ini terjadi, maka komunikasi diantara sahabat tersebut tidak akan terjalin baik. Upaya mencapai kebenaran dan kebahagiaan kolektif tidak akan pernah tercapai, selama masing-masing masih menganggap dirinya lebih baik dan lebih benar daripada saudaranya. Benarlah sabda Rasulullah SAW,

“Tiada kaum yang menjadi sesat setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka suka saling berbantah-bantahan. ” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat keras kepala dan selalu membantah. ” (HR. Bukhari)

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Yang terakhir yang dapat disampaikan dalam khutbah ini adalah terlalu cinta.

Maksudnya adalah menghindari hal-hal yang berlebihan, seperti ketergantungan atau rasa suka terhadap sahabat, membebani diri dengan beban yang terlalu berat dalam upaya melayani atau mendekatinya.Cinta yang berlebihan bukan berarti tidak memberikan yang terbaik dalam rangka memenuhi hak ukhuwah dan cinta.Hak-hak ukhuwah harus ditunaikan, seperti memberi nasihat dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga masing-masing dalam koridor alhaq (kebenaran).Upaya seperti itu tidak dikategorikan berlebihan atau melampaui batas walaupun dilakukan dengan sekuat tenaga. Rasulullah SAW bersabda,

“Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu saat nanti. ” (HR. At Tirmidzi)

Umar bin Khattab ra pernah berkata, “janganlah cintamu membuatmu terbelenggu dalam beban yang berat, dan janganlah rasa bencimu membuatmu hancur lebur”.

Mencintai secara berlebihan akan melemahkan persahabatan. Lebih baik cinta yang merangkak namun bertambah, daripada cinta yang melonjak namun sesaat.Cintailah saudaramu lebih besar daripada cintanya kepadamu.

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Demikianlah virus-virus ukhuwah yang patut untuk dicermati dan diwaspadai.Siapa tahu virus-virus tersebut telah menjangkiti diri kita.Jangan tunggu sampai terlambat virus-virus tersebut berkembang dan membesar.Jangan sampai terlambat yang akhirnya dapat menghancurkan ukhuwah Islamiyah di antara kita. Ingatlah kembali, bahwa dasar dari persaudaraan adalah akhlak yang mulia, akhlak yang mulia terbangun dari ibadah kepada Allah yang baik kuantitas dan kualitasnya, dan ibadah yang seperti itu, terbangun dari keimanan dan ketaqwaan yang kokoh.

Semoga bulan Ramadhan telah mendidik kita untuk menggapai keimanan dan ketaqwaan yang sejati.Ketaqwaan dan keimanan yang mampu menyokong ukhuwah Islamiyah dianatara kita.Yang akhirnya tujuan akhir Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dapat dicapai secara cepat dan tepat.

Semoga awal bulan Syawal ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kembali tali persaudaraan diantara kita, cinta karena Allah, dan membenci karena Allah.Mari perkuat tali ukhuwah diantara kita dengan menjaga serta menambah keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya kita terjaga dan bertambah amal ibadah kita, yang dengannya tali persaudaraan diantara kita semakin kuat.

Di hari raya ini, bergembiralah atas kemenangan dan bagilah kebahagiaan itu dengan saudara kita, saling berkunjunglah, saling bersilaturahimlah, dan ungkapkan rasa cinta itu kepada saudara kita.Hindarilah diri kita dari berbagai hal yang dapat merusakkan ukhuwah kita. Niscaya Allah SWT akan memberikan pertolongannya, untuk memperkuat dan menjaga hubungan kita, menjaga ukhuwah Islamiyah diantara kita. Karena sekali lagi, kita mencintai saudara kita karena Allah, dan membenci saudara kita karena Allah.

Selamat hari raya Idul Fitri, taqobbalallahu minna wa minkum, kullu ‘aam wa antum bi khair.

Marilah kita tutup dengan bermunajat kepada Allah SWT.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*