MIIAS

Masyarakat Islam Indonesia di Australia Selatan

Pengajian dan Silaturahmi DwiPekan MIIAS, Minggu 19 April 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ba’da Tahmid wa Sholawat,

Bersama ini dengan hormat kami mengundang bapak/ibu jamaah MIIAS sekalian untuk menghadiri Pengajian dan Silaturahmi Dwi Pekan MIIAS yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Ahad / 19 April 2009
Waktu : Pukul 15.30 s.d. Selesai
(Pengajian akan dimulai ba’da Sholat Ashar berjamaah)
Tempat : 7 New York Rd, Aberfoyle Park, 5159 Telp : 82586494 (Ibu Nena MacKenzie)
Klik di sini untuk melihat peta lokasi
Tema : ”Lansia, Kesehatan serta Treatment nya”
Pengantar Diskusi : Dr. Bambang Joni

Bagi jamaah sekalian yang memiliki kendala transportasi dpat menghubungi korwil setempat agar dapat difasilitasi antar-jemput dari/ke tempat Pengajian. Berikut contact person yang dapat dihubungi ;

P. Tufel : 0434 030 763
P. Mustarum : 0431 385 942
P. Syaiful : 0430 164 004
A.a. Majid : 0414 073 868

Kami mengharapkan kehadiran dan partisipasi jamaah seklian guna mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah kita. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.n. Pengurus MIIAS
Agus A. Majid
Sekretaris

Ringkasan Materi shalat khusyu (di kampus dan City)

Dimensi Pelatihan Shalat Khusyu’Abu Sangkan

Syarah :M.Adib Abdushomad

Adelaide, 14 April 2009

Assalmu’alaiku Wr. Wb,

Semoga bermanfaat, terutama bagi yang berhalangan dan tidak bisa ikut pelatihan. Berikut sari pati pelatihan shalat khusyuk di kampus dan dialog di City yang saya ikuti.

Shalat merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Shalat itu sendiri sesungguhnya mengandung nilai yang luar biasa yang nyaris sebagian kita sudah sangat mafhum posisi sentral shalat tersebut. Shalat adalah tiang agama, shalat adalah cek list pertama yang akan dipertanyakan ketika hisab nanti. Namun demikian, nasib kurang baik justru terjadi pada shalat ini. Shalat telah menjadi collective unconsciousness Moslem, yakni sesuatu yang divisualisasikan tidak enak dalam mengerjakannya, atau jika tidak mengerjakkan akan masuk neraka. Pemahaman ini tentu benar, namun kurang komprehensif dalam memotret shalat itu sendiri.

Seandainya tidak ada neraka dan shalat tidak diwajibkan barangkali sebagian orang tidak akan pernah shalat wajib tersebut. Padahal dikatakan, asshalatu khairu mina naum, shalat adalah lebih baik dari pada tidur yang enak itu. Mengapa shalat menjadi tidak menarik, tidak enak dan berat? Dalam otak kita ada istilahnya Neuro Linguistic Program yang telah mempersepsi shalat menjadi sesuatu yang tidak enak dan juga salah kaprah dalam memahami shalat.

Pertama, dalam kehidupan sebagian umat Islam, pengajaran shalat kepada putra-putrinya telah dilakukan dengan pendekatan yang tidak mengenakkan, misalnya mau mengerjakan shalat karena takut disiram air sama orang tua, atau takut dibentak oleh orang tua, dan tentu ala kulli hal takut neraka. Pesan repetitive ini diterima oleh otak kita yang dalam jangka panjang telah menjadi memori bawah sadar sehingga ketika mendengar kata shalat yuk.. bayangan langsung meluncur ; disiram, dibentak, dan tentu ancaman siksa api neraka. Tidaklah mengherankan kalau shalat dalam fase seperti ini adalah sekedar menggugurkan kewajiban saja. Shalat model seperti ini disindir dalam sebuah hadith “ Kam min qaaimun kahdhuhu min shaltihi atta’ab wan annashob”. Banyak orang yang melaksanakan shalat hanya mendapatkan lelah dan kepayahan. Dalam hadith yang lain “ Ya’ti ala an nash yushalluuna wala yushollun”. Akan datang pada manusia suatu saat nanti mereka shalat, tetapi seperti tidak shalat. Mendapa ini terjadi? Karena shalatnya hanya sekedar absent atau biar tidak masuk neraka tadi. Meskipun demikian karena Allah Rahman dan Rakhim, kita mesti optimis terhadap syurgaNYA allah. Karena masuk syurga tidak semata-mata aspek shalat, tapi kasih sayang Allah swt.

Kedua, salah kaprah dalam memahami shalat. Sebagian umat Islam “terjebak” dalam memperdebatkan furu’iyyah kaifiyah shalat, tata cara shalat dalam aspek fiqhnya yang tentu saja sangat menyediakan ladang perbedaan yang cukup banyak. Tinjau saja dalam fiqh madzhahibul arba’ah, maka Anda akan disuguhkan praktek shalat yang beragam. Multitafsir terhadap kaifiyyah atau tata cara shalat itu sendiri hendakya tidaklah menjadi problem meruncing sehingga berpotensi merasa paling benar (truth claim) dan menyalahkan tata cara orang lain bershalat. Keragaman ini harus diletakkan dalam kerangka Fiqh yang memang memberikan perbedaan dalam bershalat. Sebagaimana disebut dalam hadith, Rasuluallah bersabda Shollu kama raitumuniy, usholli, shalatlah kamu sebagaimana kamu liat saya sedang shalat. Barangkali masing-masing sahabat memiliki kisah yang berbeda dalam meliat Rasul shalat, misalnya Rasul shalat pernah sedang menggendong anak, dan lain sebagainnya. Kalau pakai fiqh syafii, tentu shalat yang banyak gerakan macam ini bisa gugur shalatnya. Hanya kearifan dalam mensikapi tata cara shalatlah menjadikan kita bisa menempatkan diri. Biarlah ada yang shalat tidak pakai bismillah dalam baca surat al-fatehah yang mungkin dibuat jahr atau sirr, atau cara meletakkan tangan sehabis takbiratul ikhram yang bisa beragam. Ada yang di dada, sebelah perut, bahkan karena mungkin sudah mahir lepas tangan pun ada. Sekali lagi biarkanlah kaifiyyah atau tatacara shalat ini ada dan berjalan secara natural.

Mari kita bicarakan dimensi shalat khusyu’ nya saja. Menuju pribadi yang bisa melaksanakan shalat khusyu’ tidak sekedar persoalan keilumuan, yang sudah professor atau sudah ngaji dan paham tentang bab shalat khusyu pun tidaklah menjamin. Karena shalat khusyuk adalah persoalan nyambung dan tidaknya kepada Allah swt. Menemukan shalat khusyu’ ibarat orang memancing ikan. Yang dicari orang hobi mancing ikan, tidak semata-mata mendapatkan ikan, namun kejadian saat kailnya ditarik oleh ikan, det..det..det itulah nikmat yang luar biasa. Inilah mengapa orang bisa berjam-jam hanya ingin mendapatkan ikan, padahal dikantongnya ada uang yang bisa beli ikan sejenis dalam waktu sekejap dalam jumlah yang tentu lebih banyak.

Imam al-Ghazali yang terkenal dengan kitab ikhya’ ulumu addin-nya memasukan khusyu’, dalam syarat sahnya shalat. Betapa bahayanya orang yang tidak bisa mencapai derajat kehusyukan ini, sehingga Imam al-Ghazali menyatakannya sebagai batal. Sangat mungkin yang perlu dipahami dari sini adalah, kalau tidak bisa shalat khusyu’ maka dimensi tanha anil fakhsya’ wal munkar-nya tidak bisa tercapai. Kalau tidak tercapai, berarti banyak kemaksiyatan, kalau banyak kemaksiyatan berarti bahaya dan membahayakan orang lain. Guna mencegah bahaya makro inilah, mungkin Imam al-Gahzali sangat ketat dalam klasifikasi standard shalatnya. Kalau pakai framework Imam al-ghazali, se-Indonesia, bahkan mungkin sedunia bisa dipastikan kita akan kesulitan mencari siapa saja yang telah berhasil shalat khusyuknya.

Dalam surat al baqarah ayat 2 disebutkan “ wastainu bi shabri was shalah, wa innaha lakabiratun ila alal khosyiin. Aladzina yadzunnuna annahum mulaquu rabbihim, wailaihim rajiiun”. Ayat ini tidak boleh dipahami sepotong-potong, sebagaimana kebiasaan sebagian Islam yang suka memahami ayat secara parsial dan apalagi tidak paham ilmu alatnya. Aladziina adalah isim maushul yang berfungsi menjelaskan khasyiuuun, ada kata yadzunun yang berarti fiil mudhari’ yakni akan atau sedang. Ini berarti proses liqo’ kepada Allah sedang dilakukan dan sadar bahwa dirinya (aku, nafs atau ruh) akan kembali padaNYA.

Kalam akhir

Shalat khusyuk harus mampu mencapai derajat memanggil AKU yang berarti nafs, jiwa atau ruh yang akan kembali kepada Allah swt, bukanlah gerakan jasmaniyyah badan kita semata (meskipun dalam penjelasan terpisah, efek shalat yang benar mampu mengirimkan oksigen dan darah yang lancar ke otak sehingga mengurangi resiko berbagai penyakit).

Kacaunya shalat kita selama ini hanya pendekatan memenuhi standard fiqh, jasmaniyyah dan pendekatan otak yang dalam batas-batas tertentu memiliki kekurangan. Kelemahan otak adalah dia tidak suka sesuatu yang diulang-ulang (repetitive). Jika merespon sesuatu yang sama, maka dia akan cepat bosan (get bored). Inilah mengapa dengan pendekatan otak, shalat kita sudah dihafal dalam otak kita, disimpan dalam sebuah file, ketika dipanggil, maka dengan lancar akan dibaca ayat ini, ayat itu dan seterusnya sampai hapal di luar kepala. Karena di luar kepala, akhirnya shalatnya gagal mengingat Allah swt. Apa yang terjadi dengan shalat seperti ini, maka saat shalat yang masuk muncul justeru keruwetan di kantor, persoalan dengan teman, bahkan barang yang hilang bisa ketemu ketika shalat. Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) mengibaratkan RAM (Random Acces Memory) dalam sebuah computer dengan shalat. RAM dalam otak kita itu kadang penuh dengan urusan dunia, apa yang terjadi jika shalat mengandalkan pendekatan otak? Karena otak sudah penuh dengan urusan dunia, maka sering urusan dunia juga masuk dalam shalatnya (Gama Media, Ghufron Ajib, 2000)

Untuk itu, perlu sekirannya menanamkan perilaku shalat karena Allah diulang-ulang secara terus-menerus untuk mengganti long term memory kita atau RAM kita yang sudah penuh dengan urusan duniawi dan juga persepsi shalat yang tidak mengenakkan. Cara ini bisa ditempuh dengan memanggil ruh kita ketika mau shalat. Jiwa yang akan kembali kepadaNYA. Inilah yang perlu kita tarik dalam-dalam ketika takbir, rasakan dia yang ikut shalat, bukanlah badan kita. Wafii anfusikum afala tubsyirrun.

Jika shalat kita masih dalam pendekatan otak semata, maka kenikmatan akan berkurang sesuai dengan naluri dan kelemahan otak yang tidak suka sesuatu yang diulang-ulang atau stabil, yakni itu-itu saja yang dibaca surat al-fatekhah, habis ini ruku’ pasti sujud dan seterusnya. Dengan cara memanggil Allah dalam setiap shalat dan dengan cara melibatkan ruh yang akan kembali kepadaNYA, maka justru akan ditambahi terus kenikmatan shalat kita. Shalat seperti inilah yang dirindukan orang, bertahan lama karena enak, tidak jenuh, asyik dan menggapai bahagia sebagaimana panggilan adzan, gapailah kebahagiaan, hayya alal falah. Bahkan rileks, sebagaimana ketika Rasul mengingatkan Sahabat Bilal, Arikhna bis As shalat, tenang atau refreshingkanlah dirimu dengan shalat.

Adalah bukan suatu kebetulan bahwa konsep Tuhan kita atau Allah swt tidak memakai media, seperti patung, atau gambar Yesus Isa dalam agama yang lain. Dengan cara seperti ini memungkinkan jiwa kita untuk tidak terikat, berhenti dan terpenjara. Jiwa ini jadi merdeka, un limited spaces and times. Jadi, shalat itu ya enak, melebihi apa saja, plus ditambahi terus kenikmatan tersebut sesuai dengan janji Allah swt. Huwal ladzi anzalas sakiinata fi qulubil mukminin, liyadadu iimana ma’a iimanihim. Semoga demikian adanya. Allahumma amiin.

Pesan Ust Abu Sangkan Tadzkiroh plus BBQ di City difasilitasi oleh teman-teman Tarbiyah dan PKS:

  1. Memahami ajaran Islam mesti komprensif yakni memiliki kemampuan ilmu alat bantu yang memadai, mulai dari ilmu bahasa ilmu nahwu sharaf, amrithi, jurmiyah, tasrifan, ilmu balaghah sampai ilmu al-Qur’an menyangkut tajwid, tafsir, ilmu nasikh wal mansukh, untuk menyebut beberapa ilmu yang terkait saja. Plus ilmu kaidah2 ushul fiqh dengan tidak mengesampingkan aspek ilmu-ilmu umum lainnya. Kalau belum memadai carilah guru ngaji yang tepat, janganlah “guru TK” (istilah Pak Abu) yakni ngaji al-Qur’an dan tahu terjemahannya saja. Bukan berarti tidak boleh, hanya saja harus sadar keterbatasannya, bahwa ilmunya tidak applicable untuk memecahkan masalah Islam yang lebih makro lagi.
  2. Pendirian Shalat Center di Adelaide, yang bisa merangkum seluruh alumni dari berbagai golongan dan tidak perlu ada ketua, karena akan berpotensi untuk saling rebutan, pesan beliau. Mungkin coordinator yang bisa disepakati bersama. Saya pribadi sudah bilang ke Pak Ukar Karyanto, beliau mau menjadi coordinator yang nantinya bisa digiir, gantian sebagai pusat informasi bersama.
  3. Semakin ikut mengaji dalam pengajian, seharusnya menjadikan keislaman kita yang meneduhkan, netral dan tumbuh sifat-sifat kearifan. Karena beliau khawatir menjamurnya pengajian yang tidak dibarengi dengan pemahaman yang komprehensif dan sifat yang arif dalam mensikapi perbedaan (khilafiyyah) bisa kontraproduktif hasilnya, beberapa contoh pembahasan yang diangkat adalah fatwa MUI pengharaman rokok dan poligami dalam Islam. Kata Ust. Abu Sangkan prinsip Islam adalah monogamy, kalau ditelisik lewat asbabu nuzul ayat serta setting histories masyarakat Arab saat itu. Untuk rokok, tanya saja ke mbak erna selaku penanya, apa hasilnya. Saya saja ndak berani bertanya, karena pak Ustadnya merokok he..he.. tapi beliau baik dan gentle, menyatakan bahwa rokok tidak baik dan jangan diikuti, namun jangan bawa aspek agama (sebagaimana putusan MUI), karena pelarangan rokok tidak ada tersirat secara langsung dalam al-Qur’an, apalagi cangkokan ayat yang dipakai asbabun nuzulnya adalah pengingatan tentang kekuatan diri. Karena waktu itu, tentara Islam berjumlah sedikit mau melawan ribuan musuh. Jadi pesan janganlah rusak diri kamu konteksnya sangatlah berbeda. Namun demikian saya pribadi berpendapat, regulasi terhadap perokok diperlukan, menyangkut asap rokok bisa merugikan pihak ketiga (passive smoker). Senada dengan ini Ust. Abu Sangkan, menyarankan seperti disini aja. No Smoking! Ndak usah, pakai hukum haram yang juga problematic di internal MUI nya.
  4. Perbanyak silaturahmi antar komponen Islam.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Al-Faqir ila rahmati rabbihi

M. Adib Abdushomad, M.Ag

Salah satu wakil ketua Tanfidz NU Australia-New Zealand

Mengabdi di Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Depag RI Jakarta

(Berkelompokklah asal menciptakan kemaslahatan umat dan bersifat inklusif)

Pelatihan Sholat Khusyuk bersama Ustadz Abu Sangkan, 12 April 2009

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Ba’da Tahmid Wa Sholawat

The Indonesian Islamic Society is organizing “Sholat Khusyuk Training” with Ustadz Abu Sangkan as the trainer (the writer of the best seller book of ‘Pelatihan Sholat Khusyuk’). it will be a one full day course which will explore the ways and methods of achieving the best level of khusyuk in our sholat.

the details of the program are as follows;

Day/Date : Ahad / 12 April 2009

Time : Begin at 9.00am

Venue : OASIS Room, Flinders University of SA

Trainer : Ust. Abu Sangkan (Current CV attached)

Registration Fee (Infaq) : $25 (to cover Lunch, afternoon snacks, child care for those who will bring toddlers)

For further info and registration please contact : Tufel (0434030763) . Agus Majid (0414073868) , Anang sujoko (0413632338) , Dianna Fitriani (0430482044)

Registration Fee can be transferred to :

Bank SA (BSB : 105 120 / Acc No : 034 721 640).
Account Name : Agus Majid

We look forward your attendance and participation

Best regards

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

on behalf of the Committee

Majid

Secretary

17 Hari Menuju Pemilu Legislatif

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Salam Hormat,
 
Sebagaimana subject dari tulisan ini, 17 hari lagi, yaitu tepat pada tanggal 9 April 2009 kita akan melaksanakan Perhelatan Besar Demokrasi Indonesia, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) anggota Legislatif, khususnya Caleg DPR RI DKI Dapil II, dimana pada saat tersebut kita akan dapat memberikan andil bagi perubahan masa depan bangsa.
 
Adapun kami dari KPPSLN South Australia, tidak henti-hentinya mengajak rekan-rekan sekalian untuk datang ke TPS-LN di South Australia pada Kamis tanggal 9 April 2009 mendatang dan memilih kandidat anggota Legislatif sesuai pilihan masing-masing. adapun Detail TPS adalah sebagai berikut :
 
Lokasi TPS-LN : Stasiun Radio “5 EBI”
Alamat           : 10 Byron Pl. Adelaide 5000 (Map attached)
Hari / Tanggal : Kamis / 9 April 2009
Waktu           : TPS-LN akan dibuka pukul 7.30 am, dan ditutup pada pukul 8.00 pm
Yang Perlu dibawa : PASPOR RI yang masih berlaku
 
Dalam posting ini kami juga melampirkan Daftar Partai disertai List Caleg untuk wilayah pemilihan DKI Dapil II yang akan kita pilih nanti. Untuk mengetahui profil serta visi/misi yang ditawarkan masing-masing Caleg, silahkan rekan-rekan ketik nama Caleg pada wbe search engine (seperti Google/yahoo/msn etc) dan hampir semua Caleg memiliki web / blog sendiri-sendiri.
 
Terkait masalah teknis pelaksanaan Pemillu, berikut kami sampaikan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang kerap diajukan kepada kami (FAQ) disertai jawaban singkatnya .
 
Q. Apakah pendaftaran pemilih masih dibuka? dan kemana kami harus mendaftar?
A. Untuk Luar Negeri, Pendaftaran pemilih MASIH DIBUKA Sampai dengan 2 hari menjelang Pemilu. Adapun teknis pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan mengakses situs www.pemilusydney2009.com (kemudian klik ‘Pendaftaran online Pemilu 2009). selesai pendaftaran online, akan ada bukti (receipt) pendaftaran yang dapat di print out dan dibawa pada saat Pemilihan.
 
Q. Bagaimana cara memastikan diri saya sudah terdaftar?
A. Untuk cek pendaftaran, dapat mengakses www.pemilusydney2009.com dan klik ‘cek pendaftaran’ kemudian masukkan No. Paspor RI anda.
 
Q. Nama saya sudah terdaftar, namun saya tidak menerima surat undangan memilih dari KJRI/PPLN Sudney, apakah saya tetap dapat memilih?
A. Apabila nama anda sudah terdaftar, anda dapat email ke ppln@pemilusydney2009.com atau telfon ke no. 0434311759 untuk meminta dikirimkan surat undangan resminya ke alamat anda. Apabila surat tersebut belum juga diperoleh, silahkan saja datang ke TPS dengan membawa Paspor RI yang masih berlaku.
 
Q. Nama saya sudah terdaftar, namun saat pemilihan (tgl 9 April 2009) saya tidak berada di SA (karena pulang, tugas di luar SA), sehingga tidak dapat ikut pemilu di SA, tapi ikut Pemilu di tempat lain (di Indonesia atau tempat lainnya)?
A. Apabila nama anda sudah terdaftar di SA, namun akan memilih di TPS lain (diluar wilayah NSW,SA,QLD) maka anda memerlukan Surat Mutasi Pemilih dari PPLN Sydney. adapun cara memperoleh surat tersebut dapat segera menghubungi pihak KJRI/PPLN Sydney melalui contact berikut, dan meminta surat dimaksud.
HP : 0434311759
Fax : 0434311760
email : ppln@pemilusydney2009.com
SMS : 0434311758
 
Q. Apakah bisa menandai lebih dari 1 (satu) kali pada kertas suara?
A. BOLEH. berdasarkan Peraturan pemerintah pengganti Undang-undang (Perpu) No.1 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 8 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum anggota DPR,DPRD dan DPD dimana diatur bahwa “dalam hal KPPS pada saat melakukan penghitungan suara menemukan pemberian tanda lebih dari satu kali pada kolom nama partai dan/atau kolom nomor calon dan/atau kolom nama calon anggota DPR, DPRD Prov. dan DPRD Kab/Kota yang sama dan dalam partai politik yang sama, suara tersebut dinyatakan sah dan dihitung satu suara”.
 
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat.
 
Hormat Kami,
KPPSLN-SA
 
Majid
Sekretaris

 

Stop X1 Grote St. M44, 241-248, 262-265, 719-725, 727F 

Stop B2 Grote St. M44, G44, 250-254

caleg-dki-dapil-ii

Undangan Pengajian Dwi-Pekan MIIAS, 15 Maret 2009

MASYARAKAT ISLAM INDONESIA AUSTRALIA SELATAN (MIIAS)
5/257 Sir Donald Bradman Drive, Cowandilla, 5033

No : 34/MIIAS/Safar/ 1430H
Hal : Undangan Pengajian Dwi-Pekan MIIAS

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ba’da Tahmid wa Sholawat,

Bersama ini dengan hormat kami mengundang jamaah MIIAS sekalian untuk menghadiri Pengajian Dwi Pekan MIIAS yang insyaAllah akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal  : Minggu / 15 Maret 2009

Waktu          : pukul 17.00 untuk dimulai pengajian ba’da sholat Ashar

(akan dilaksanakan sholat Ashar berjamaah di lokasi acara)

Tempat         : 20 Altola Road, Modbury, SA 5092  [klik untuk melihat peta]

(kediaman Ibu Meli : 826 04 638)

Pemateri        : Ustadz Sudirman Habibie

Bagi jamaah sekalian yang memiliki kendala transportasi dapat berkoordinasi dengan korwil setempat agar dapat difasilitasi antar-jemput dari/ke tempat Pengajian. Berikut contact person yang dapat dihubungi ;

> P. Tufel : 0434 030 763

> P. Mustarum : 0431 385 942
> Majid : 0414 073 868
> Fadhli : 0413928552

Kami mengharapkan kehadiran dan partisipasi Jamaah MIIAS sekalian untuk mempererat silaturahmi kita,serta semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.n. Pengurus MIIAS
Agus A. Majid
Sekretaris

Info TPA: Kegiatan Indofest, Jadwal & Materi Belajar

Assalamualaikum Wr Wb,

Yth Bapak/Ibu,

Berikut ini beberapa update informasi & pengumuman, kami rangkum mengenai kegiatan di Indofest, waktu & tempat TPA, serta materi pelajaran.

Info Indofest
Sebagai informasi awal tentang kegiatan di Indofest (5 April) kali ini adalah lomba mewarnai (bawah 5 tahun) dan menggambar (atas 5 tahun), insya Allah akan kami sampaikan detail pengumuman dan remindernya nanti.

Jadwal TPA: Waktu & Tempat
Bapak/Ibu bisa mengantarkan anaknya sesuai dengan jadwal sbb, TPA MIIAS diadakan setiap hari ahad bertempat di;

Payneham, jam 9.30 pagi, alamat: 404 Payneham Rd, Glynde, SA 5070.
CP: Bu Ika (0423786180)

Tonsley, jam 3.00 sore, alamat: 24/2 Ayliffes Rd, St Marys, SA 5042.
CP: Bu Karmila (0431242269)

Bila memerlukan transport silakan hubungi saya 0415073676 (Furqan).

Materi Pelajaran
Pada sesi TPA diadakan pembacaan Iqro atau Alqur’an (selain di waktu TPA, anak2 juga dianjurkan untuk melanjutkan bacaan di rumah). Adapun setelah membaca, disampaikan menurut pemahaman anak mengenai pengetahuan Islam mencakup tema2 sbb;

Aqidah
Tauhid & Pengenalan kepada Allah
Syahadatain
Rukun Iman
Rukun Islam
Hari Akhir; Syurga & Neraka
Sabar & Syukur

Akhlaq
Berbakti pada orang tua
Berbuat baik pada teman
Kepada yg lebih tua/lebih muda
Pergaulan Sekolah, Motivasi Belajar
Lingkungan & Alam Sekitar

Fiqh
Niat & Tujuan Ibadah
Cara berwudhu’
Sholat & Bacaannya
Puasa
Hapalan Ayat2 Pendek
Doa2

Sejarah & Hikmah
Shirah Nabi Muhammad SAW & para Sahabat
Kisah Nabi & Rasul
Kisah Pahlawan & Perjuangan
Cerita Hikmah & Nasehat
Cerita2 Anak

Tambahan: Games, Homework, Video Anak, Puzzles, Quiz & Presents, Outdoor Activity, Nasyid, dll.

Demikian informasi, silakan menghubungi kami bila ada pertanyaan atau saran, terimakasih & jazakumullah atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum,

An Div Pendidikan

MIIAS OPEN 2009: DOUBLES TENNIS

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak dan Ibu yang di rahmati Allah SWT.

MIIAS (Masyarakat Islam Indonesia di Australia Selatan) mengundang
Bapak dan Ibu sekalian untuk memeriahkan MIIAS OPEN 2009: DOUBLES
TENNIS. Adapun rincian pelaksanaannya, dijelaskan di bawah ini:

Pertandingan : Doubles Tennis, baik Ganda Putra, Putri atau Campuran
Waktu : Sabtu dan Minggu, 13 – 14 Maret 2009
Tempat : Pasadena Tennis Court, Naomi TCE, Pasadena, 5042
Pendaftaran : 1 - 7 Maret 2009
Pertemuan Teknis: Selasa, 10 Maret 2009, Ba’da Magrib sampai sebelum
Isya,Rumah Pak Syamsu, 69 / 2 Ayliffes Rd, St. Marys, 5042
Uang Pendaftaran: $ 10 per pemain (tidak per regu)
Hadiah : Piala Bergilir MIIAS dan Medali untuk Juara I dan II
Piagam Penghargaan dari MIIAs untuk Juara III dan IV
Pendaftaran : Melalui mailing list MIIAS, email atau nomor HP Panitia
Pelaksana
Teknis Pendaftaran: Mengisi formulir pendaftaran dan setiap pemain
hanya mendaftar untuk dirinya sendiri (bukan pasangannya) dan
penentuan calon pasangan akan diacak oleh panitia pada waktu pertemuan
teknis
Hal-hal Lain : - Pemain-pemain yang sudah pada Level Advance (Atlet
tennis atau pelatih tennis), diharapkan tidak mendaftar karena acara
ini hanya “Social Game”.
- Bagi para pemain yang sudah level Advance, panitia akan
menyiapkan acara “Advance Players Exhibition” pada hari
pertandingan.
- Hal-hal penting lainnnya akan dibicarakan pada pertemuan teknis.
- Bagi para pemain yang tidak bisa menghadiri pertemuan
teknis, dianggap menyetujui hasil pertemuan teknis.

Dengan Motto : Melalui Bermain Tennis, Kita Eratkan Ukhuwah, kami,
panitia MIIAS OPEN 2009 mengharapkan Bapak dan Ibu sekalian
memeriahkan acara ini.

Salam,
Panitia MIIAS OPEN 2009

ttd,

Ketua : Guntur Tanjung (0423 746 132,guntur2tj@yahoo.com.au)
Sekretaris: Muhammand Yusuf Awaludin (0433 731 599, awaludinium@yahoo.com)
Bendahara: Triyono Utomo (0433 532 436, triyonoutomo@yahoo.com)

ZAKAT PROFESI - Apa, bagaimana dan sudahkah?

Catatan: Tulisan ini sudah kami publish di milis MIIAS akhir tahun 2008. Semoga bermanfaat!

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Zakat penghasilan / profesi adalah salah satu topik yang selalu kita diskusikan entah itu melaui pembicaraan santai dgn rekan di kampus, di tempat kerja atau mungkin dgn suami / istri, jadi materi diskusi di siaran TV, pengajian-pengajian sampai ke level diskusi ilmiah dst.
 
Sebelum melanjutkan membaca uraian singkat ini, saya mengajak diri saya pribadi dan siapa saja yg sempat membaca tulisan ini untuk berhenti sejenak sambil menghitung-hitung berapa banyak uang yang kita masing-masing dihasilkan dari beasiswa, part-time, gaji yang terus mengalir meski sedang dalam status tugas belajar, gaji bulanan, bonus tahunan, THR dll dalam satu tahun terakhir ini. Setelah itu, coba hitung berapa banyak yang sudah disisihkan untuk zakat dari uang penghasilan selama setahun tersebut.
 
………………………………………………………………………………………………………………
 
Dalam Al-Quran surah an-Naml (27) ayat 1-3, Allah SWT menerangkan siapa yg disebut beriman dan mengambil Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk: ”Thaa Siin, Inilah ayat-ayat Al-Quran, kitab yang memberi penjelasan sebagai petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yg beriman. Yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan membayar zakat serta yakin akan adanya hari akhir”.
 
Di akhir ayat 6 dan ayat 7 surah Fushshilat (41), Allah SWT mengamcam orang-orang musyrik dan menerangkan ciri-ciri mereka: ”… dan celakalah orang-orang yang mempersekutukan (Nya), yaitu orang-orang yang tidak membayar zakat dan mengingkari hari akhir”.1, 2
………………………………………………………………………………………………………………
 
Mari kita lanjutkan uraian mengenai zakat penghasilan / profesi:
 
Pekerjaan yang menghasilkan uang bisa dikelompok menjadi dua bagian besar:
  1. Pekerjaan yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung kepada orang lain, berkat kecekatan tangan, otak dll. Penghasilan dgn cara seperti ini merupakan penghasilan professional seperti penghasilan seorang dokter, advokat, seniman, penjahit, tukang dll.
  2. Pekerjaan yang dilakukan seseorang buat pihak lain secara terus menerus (permanent – full time) atau dlm jangka waktu tertentu (part-time) , baik kepada pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Penghasilan dari pekerjaan seperti ini dapat berupa gaji, upah, atau honor.
 
Nah, pertanyaan yang muncul kemudian adalah wajibkah zakat dikeluarkan untuk kedua macam penghasilan di atas? Kalau wajib, berapa nisab-nya dan berapa besar zakat yg harus dikeluarkan (pendapatan kotor atau pendapatan bersih) serta kapan sebaiknya zakat dikelurkan.
 
Merujuk ke pendapat DR Yusuf Qardawi dalam bukunya ‘Fiqh Al Zakah’ volume 1 - versi e-book page 259, tertulis “In view of the texts on zakah in general, its objectives, and the general interests of Islam and Muslims, I believe earned income, whether salaries, wages, professional income, or return on capital invested in other than trade, such as shipping, planes, and hotels, is zakatable when received, without the requirement of the passage of one year”. Beliau berpendapat bahwa harta / penghasilan yang diperoleh berupa gaji, upah dan penghasilan orang-orang professional termasuk keuntungan yang diperoleh dari penanaman modal diluar dari sektor perdagangan WAJIB dikenai zakat TANPA persyaratan satu tahun dan zakatnya dikeluarkan saat kita menerima uang tsb.3 Saya sengaja merujuk ke buku versi bahasa Inggris-nya karena di buku versi terjemahan bahasa Indonesia yg berjudul ‘Hukum Zakat’ hal 475 kalimatnya sedikit membingungkan.
 
Sekarang mari kita ulas secara singkat mengenai nisab zakat penghasilan / profesi. Menurut Muhammad Ghazali dalam bukunya “Islam wa al-Audza’ al-Iqtishadiya” , beliau cenderung mengukurnya menurut ukuran tanaman dan buah-buahan. Nisab untuk tanaman biji-bijian dan buah-buahan menurut ukuran sekarang setara dgn 652.8kg, dari tanaman yg terendah nilainya yang dihasilkan tanah. Misalnya harga tanaman tsb AU$2.00 per kg, maka besarnya nisab menurut pendapat di atas adalah 652.8kg x AU$2.00 = AU$1,305.6. Nisab uang yang banyak kita kenal ditetapkan sebesar nilai 85gram emas. Harga emas per kg hari ini adalah AU$40,120.60. Jadi emas 85 gram harganya adalah 85/1000 x AU$40,120.60 = AU$3,410.25. Jadi jika penghasillan kita per tahun melebihi AU$1,305.6 (atau AUS3,410.25 kalau mau menggunakan nisab emas) maka WAJIB bagi kita untuk membayar zakat penghasilan / profesi.4 Besarnya zakat penghasilan / profesi adalah 2.5%, sesuai dgn keumuman nash yang mewajibkan zakat uang.
 
Nah tinggal satu persoalan lagi, apakah perhitugan 2.5% diambil dari penghasilan kotor atau bersih (setelah dipotong kebutuhan pokok). Definisi kebutuhan pokok masing-masing orang tentunya berbeda satu sama lain, sehingga memberi ruang bagi kita untuk membuat berbagai macam alasan supaya terkesan kita tidak wajib zakat. Untuk menghindari berbagai macam alasan tsb, sebaiknya perhitungan 2.5% tsb diambil dari penghasilan kotor kita.  
 
Sedikit tips (sekaligus sisipan iklan LAZ MIIAS ):
  1. Karena kita belum terlalu disiplin dalam hal manajemen uang, mari membiasakan mengeluarkan 2.5% dari total penghasilan untuk zakat. Bekerjasama dgn salah satu BAZIS merupakan kegiatan yang menguntungkan diri kita sekaligus membantu BAZIS dalam menghimpun dana untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak dlm berbagai bentuk.
  2. Buat auto debet ke rekening salah satu BAZIS atau hubungi pengurus BAZIS baik itu badan resmi pemerintah ataupun organisasi seperti LAZ MIIAS.
  3. Lakukan pembayaran zakat setiap bulan dan segera setelah menerima gaji, upah, honor, bonus dll.
 
Demikian tulisan singkat yang sebagian besar disadur dari buku HUKUM ZAKAT karangan DR Yusuf Qadrawi, semoga ada manfaat-nya setidaknya buat saya pribadi.
 
Jazakumullahi Khair. Wassalamualaikum Wr.Wb.
 
Ikhsan
a.n Pengurus LAZ MIIAS
 
  1. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dgn zakat di dalam surah Fushshilat ayat 6 adalah zakat fitrah yaitu membersihkan diri dari segala noda seddangkan noda yang paling utama adalah syirik.
  2. Kata zakat dalam bentuk ma’rifah (definisi) disebutkan sebanyak tiga puluh kali dalam Al-Quran, dua puluh tujuh kali diantaranya disebutkan dalam satu ayat bersama dgn sholat.
  3. Pendapat tsb tentunya berdasarkan hasil penelitian beliau dari berbagai macam pendapat sahabat dan tabiín termasuk mempertimbangkan perbedaan mahzab empat dalam persoalan harta penghasilan.
  4. Terdapatan kelemahan jika menggunakan nisab 85gram emas, ditinjau dari harga emas yg bisa berubah secara drastis dalam waktu singkat.

 

Undangan COOKING WORKSHOP MIIAS SERI KE-III, 22 Februari 2009

MASYARAKAT ISLAM INDONESIA AUSTRALIA SELATAN (MIIAS)
5/257 Sir Donald Bradman Drive, Cowandilla, 5033

No : 31/MIIAS/Safar/ 1430H
Hal : Cooking Workshop MIIAS seri ke-III

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ba’da Tahmid wa Sholawat,
Mengiringi kesuksesan event-event sebelumnya, bersama ini dengan hormat kami mengundang bapak/ibu jamaah MIIAS sekalian untuk berpartisipasi dan menghadiri kegiatan Inovatif cooking workshop seri ke-III dalam rangka peningkatan skill dan kreatifitas memasak,yang insyaAllah akan dilaksanakan pada :

hari/tanggal    : Minggu/22 February 2009
waktu            : 10am sampai selesai (hopefully it will be done b4 lunch time)
tempat           : Payneham Road 404 (Glynde Lodge) (click here to see the map)
menu             : Cotto Makassar (mmm…, delicious.. )
chef pengajar  : Mba Nelly Mustarum (orang Makassar asli..!!)

Bagi jamaah sekalian yang berminat menambah kemahiran dan kreatifitas masak-memasak, daftarkan diri Anda sekarang juga….! Pendaftaran dibuka untuk umum, siapa saja boleh ikut.

Pendaftaran peserta dimulai hari ini sampai dengan hari sabtu (21/02/09), dengan biaya pendaftaran sebesar ONLY $6 /pp melalui  divisi konsumsi MIIAS (Dianna : 0430482044, Nina : 0414073614, Yayan : 0413712375, Manal : 0430035521, Anieka : 0430519197) atau bisa mendaftar langsung pada mbak Nely : 0403569003. InsyaAllah kami selalu siap menerima pendaftaran Anda.

Untuk penonton yang nanti mungkin akan kebagian mencicipi hasil masakan dipersilahkan untuk hadir dan meramaikan suasana.

So, tunggu apalagi? Ayo buruan daftar…..!!

Bagi jamaah yang akan menggunakan fasilitas Bus Metro, dapat menggunakan bus 100 (Need to know the route, klik :
http://www.adelaidemetro.com.au/routes/timetables/routemaps/100_routemap.pdf )

Kami mengharapkan kehadiran dan partisipasi Jamaah MIIAS sekalian untuk mempererat silaturahmi kita,serta semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.n. Pengurus MIIAS
Agus A. Majid
Sekretaris

Undangan Pengajian MIIAS 1 Maret 2009

MASYARAKAT ISLAM INDONESIA AUSTRALIA SELATAN (MIIAS)
5/257 Sir Donald Bradman Drive, Cowandilla, 5033

No : 32/MIIAS/Safar/ 1430H
Hal : Undangan Pengajian Dwi-Pekan MIIAS

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ba’da Tahmid wa Sholawat,

Bersama ini dengan hormat kami mengundang jamaah MIIAS sekalian untuk menghadiri Pengajian Dwi Pekan MIIAS yang juga merupakan undangan Takziyah 40 hari kepergian orangtua dari Ibu Sari yang insyaAllah akan dilaksanakan pada :

hari/tanggal  : Minggu / 1 Maret 2009

waktu            : pukul 17.00 untuk dimulai pengajian ba’da sholat Ashar

(akan dilaksanakan sholat Ashar berjamaah di lokasi acara)

tempat           : 44 Pembroke Drive, Reynella, SA 5161

(kediaman Ibu Sari)

Pemateri  : Ustadz Agung Prabowo

Bagi jamaah sekalian yang memiliki kendala transportasi dapat berkoordinasi dengan korwil setempat agar dapat difasilitasi antar-jemput dari/ke tempat Pengajian. Berikut contact person yang dapat dihubungi ;
> P. Tufel : 0434 030 763

> P. Mustarum : 0431 385 942
> Majid : 0414 073 868
> Fadhli : 0413928552
Adapun bagi jamaah yang akan memanfaatkan fasilitas Bus Metro, bisa naik Bus 684 dari Marion Shopping Centre, dan turun di Bus Stop 59 (Detail bus route map attached)

Kami mengharapkan kehadiran dan partisipasi Jamaah MIIAS sekalian untuk mempererat silaturahmi kita,serta semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.n. Pengurus MIIAS
Agus A. Majid
Sekretaris


  • Tentang MIIAS

    You AvatarMIIAS adalah komunitas pengajian Masyarakat Islam Indonesia di Australia Selatan yang beranggotakan Mahasiswa Indonesia dan Warga Negara Indonesia yang berdomisili di kota Adelaide dan sekitarnya.

    Stats: 22 Posts, 5 Comments

  • Meta